Thibbun Nabawi merupakan metode pengobatan Islam yang berkembang sejak abad ke-7 sampai 12. Metode ini memunculkan banyak ahli dokter pengobatan Islam, seperti Al Razi pada abad ke 9, Al Zahrawi abad ke 10, Ibnu Sina abad 11, Ibnu Rushd abad ke 12.
Firman Allah dalam Surat An-Nahl Ayat 69 yang Berbunyi:
ثُمَّ كُلِيْ مِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِ فَاسْلُكِيْ سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًاۗ يَخْرُجُ مِنْ بُطُوْنِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ اَلْوَانُهٗۖ فِيْهِ شِفَاۤءٌ لِّلنَّاسِۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً لِّقَوْمٍ يَّتَفَكَّرُوْنَ ٦٩
Yang Artinya: “Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.”
Dosen FISIP Unpad Junardi Harahap, M.Si., PhD. Menjelaskan bahwa: Di dalam pengobatan Thibbun Nabawi, yang menyembuhkan adalah Allah swt. pengobatan ini dipastikan halal secara fiqih dan jauh dari aspek syirik.
“Pengobatan-pengobatan biasa dilakukan adalah pengobatan bekam, ruqyah, madu, habbatussauda, minyak zaitun, buah tin dan juga bersiwak,” ujarnya.
“Pengobatan ini sudah di contohkan oleh Rasulullah SAW dan para sahabatnya yang mengamalkan contoh dari nabi untuk mendapatkan Kesehatan.” Pungkasnya.
Source: https://www.unpad.ac.id/2024/02/thibbun-nabawi-pengobatan-berbasis-al-quran-dan-hadis/
0 Komentar